Unknown
.
A.      Pegertian Disminore

           Dysmenorrhea berasal dari bahasa Yunani: dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal, meno berarti bulan, dan rrhea berarti aliran. Dysmenorrhea atau dismenorea dalam bahasa Indonesia berarti nyeri pada saat menstruasi. Dysmenorrhea merupakan permasalahan ginekologikal utama yang paling sering dikeluhkan remaja (French, 2008), )
Menstruasi merupakan  perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Usia normal bagi seorang wanita mendapat menstruasi untuk pertama kalinya pada usia 12 atau 13 tahun dan ada pula yang mengalaminya lebih awal, yaitu pada usia 8 tahun atau lebih lambat yaitu usia 18 tahun. Menstruasi akan berhenti dengan sendirinya pada saat wanita sudah berusia 40-50 tahun, yang dikenal dengan istilah menopause (Sukarni dan Margareth, 2013).

B.      Faktor Penyebab Dismenorea . (Laila (2011), Proverawati, et al. (2009) & Sarwono (2008))
 Faktor penyebab dismenorea antara lain :

1) Faktor Kejiwaan Pada remaja yang secara emosional tidak stabil (seperti mudah marah dan cepat tersinggung), apalagi bila remaja itu tidak mempunyai pengetahuan tentang proses menstruasi. Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil, apalagi jika mereka tidak mendapat penerangan yang baik tentang proses haid, akan mudah timbul dismenorea.
2) Faktor Endokrin atau Hormon,  Faktor ini dikarenakan endometrium memproduksi hormone prostaglandin yang menyebabkan pergerakan otot-otot polos. Faktor ini mempunyai hubungan dengan tonus dan kontraksi otot usus.
3) Faktor Alergi ,Faktor ini merupakan toeri yang di kemukakan setelah di lakukan penelitian tentang adanya hubungan antara dismenore dan migran atau asma. Bahwa teori ini dikemukakan setelah memperhatikan adanya asosiasi antara dismenore dengan urtikaria, migraine atau asma bronkhiale bahwa sebab alergi ialah toksin haid.
4) Faktor Konstitusi Faktor ini erat hubungannya dengan faktor kejiwaan yang dapat pula menurunkan ketahanan turbuh terhadap nyeri. Faktor – faktor seperti anemia, penyakit menahun dan sebagainya dapat mempengaruhi timbulnya dismenorea.

C.  Penanganan Dismenorea

a.  Terapi Non Farmakologi Menurut Deasylawati (2010), Laila (2011), Kelly (2007), Olivia (2013) dan Proverawati (2009)
penanganan dismenore dapat dilakukan terapi non farmakologi, hal ini dapat dilakukan dengan Mengompres hangat, Minum Minuman Hangat, Minum Air Putih, Mandi dengan Air Hangat, Istirahat yang Cukup, Tidur dengan Baik, Berolahraga secara teratur, Melakukan PemijataN)


b. Terapi Farmakologi

1) Analgetik, Obat analgetik adalah obat penghilang nyeri yang banyak digunakan untuk mengatasi sakit kepala, demam, dan nyeri ringan. Obat-obat ini mudah diperoleh tanpa resep (Deglin, et al, 2005).

2) Terapi Hormonal. Untuk meredaakn rasa nyeri saat menstruasi terapi hormonal bisa menjadi salah satu solusi.. (Laila, 2009)

3) Terapi Obat Nonsteroid Antiprostaglandin Terapi dengan memberikan obat nonsteroid anti-prostaglandin dapat dikatakan berperan penting dalam penyembuhan dismonorea primer. Obat yang sering dipakai adalah indometasin, ibuprofen dan naproksen.




DAFTAR PUSTAKA

-        Astarto. (2011). Kupas Tuntas Kelainan Haid. Bandung : Departemen Obstetri dan Ginekologi UNPAD
-          Cakir, Murat. (2007). Menstrual Pattern and Common Menstrual Disorder among University Student in Turkey. Pediatrics Internasional, 49, 938 -942.
-          Erfandi. (2009). Pengetahuan dan faktorfaktor yang mempengaruhi  dismnore . [Internet] http://forbetterhealth.wordperss.
-          Hudson, Tori. (2007). Using Nutrition to Relieve Primary Dysmenorrhea. Alternative & Complementary Therapies. Marry Ann Liebert, Inc , 125 – 128.
-          Irmawati, I. (2012). Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea di Wonosari Kelurahan Wonokusumo Surabaya. STIKES YARSIS Surabaya.
-          Kelly, T. 2007. Rahasia Alami Meringanan Sindrom Pramenstruasi. Jakarta: Erlangga.
-           Laila, N. 2011. Buku Pintar Menstruasi. Yogyakarta Buku biru: Manuaba, IBG. 2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC.
-          Notoatmodjo,S. 2005. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
-          Notoatmodjo,S. 2007. Promosi kesehatan. Jakarta: Rhineka cipta.
-          Notoatmodjo,S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.artikel kefarmasian